Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Oktober 2012

Pemain-pemain Indonesia yang Bermain di Luar Negeri


Bermain di kompetisi sepak bola yang levelnya lebih tinggi menjadi mimpi banyak pemain. Kualitas kompetisi, prestasi, karier dan pengalaman adalah contoh bagaimana kompetisi di luar negeri-terutama yang sepak bolanya sudah profesional dan menjadi industri-terlihat lebih menjanjikan.

Bima Sakti adalah salah satu dari sedikit pemain Indonesia yang punya sejarah bermain di luar negeri, yaitu saat bergabung dengan PSSI Primavera. Ia menimba ilmu dan pengalaman di Italia. Setelah itu, mantan kapten timnas Indonesia yang dikenal dengan tendangan geledeknya ini pada musim 1995-1996 membela klub Helsingborg IF di liga Swedia. Bertahan hanya satu musim, Bima kembali ke Indonesia dan bermain bersama Persema Malang.

Dalam perbincangan, Bima mengatakan bahwa bermain di klub asing dapat meningkatkan rasa percaya dirinya. Terlebih visi bermain sepak bolanya lebih jelas dan mendapatkan pengalaman dari sebuah kompetisi yang tertata rapi.

Soal gaji, dia mengaku tidak mau memikirkan ketika itu. Sebab tujuannya adalah menimba ilmu dan bermain total di kompetisi luar negeri. “Lumayanlah. Mungkin hampir sama seperti yang diterima adik-adik saya yang sekarang bermain di Uruguay atau Belgia,” ujarnya, tanpa mau merinci.

Fasilitas yang ia terima pun tidak jauh berbeda dengan yang diberikan klub-klub lokal. “Yang saya terima pada saat itu seperti apartemen dan uang saku. Namun yang berbeda adalah saya bermain di lapangan yang bagus. Lebih profesional,” ungkapnya.

Kelebihan lain yang ia rasakan adalah pola latihan yang benar-benar disiplin. Ditambah sarana seperti ruang ganti yang tertata rapi dan menggunakan lapangan yang sangat baik untuk digunakan. “Saya benar-benar merasakan kompetisi yang serius, namun ditunjang dengan sarana dan pola latihan yang baik,” papar Bima.

Ia juga mengungkapkan selama bermain di klub asing merasa dihargai oleh rekan-rekannya di klub itu . “Mereka salut dan respect terhadap bakat-bakat pemain dari Indonesia. Mereka takjub melihat skill pemain-pemain yang berasal dari Papua,” imbuhnya.

Namun saat bermain di klub asing ia mempunyai kelemahan saat berkomunikasi serta makanan yang dikonsumsinya. Dan yang paling berpengaruh adalah tekanan mental karena berbeda budaya sehingga harus beradaptasi dengan cepat.

“Sering merasa homesick karena saya di sana adalah kaum minoritas dan tidak mengenal siapa-siapa. Jadi saya ingin cepat-cepat pulang ke Tanah Air,” jelasnya.

Bima melanjutkan, pola hidup pun harus disesuaikan karena musim di sana, dengan cuacanya yang dingin. “Makanan pun tidak semuanya sesuai dengan selera saya. Makanan instant hampir semua produk Thailand, “ terangnya.

Kini, mengetahui makin banyak pemain muda bersempatan main di kompetisi luar negeri, dia sangat mendukung. “Saya sangat setuju kepada pemain muda yang sekarang bermain di CS Vise. Mudah-mudahan ke depannya mereka bisa menjadi tulang punggung tim nasional Indonesia,” harapnya.


Berikut beberapa pemain Indonesia lain yang berlaga di luar negeri:

1. Yericho Christiantoko


Lahir di Malang pada 14 Januari 1992. Tinggi Badan 1,67cm.
Pemain yang berposisi di sektor kiri pertahanan ini dijuluki sebagai Roberto Carlosnya Indonesia ketika masih bermain bersama tim SAD. Bermain di CS Vise pada pertengahan tahun 2011 yang lalu, Yericho menggunakan nomor punggung 2.




2. Alfin Tuasalamony

 Lahir di Maluku pada 13 November 1992. Tinggi badan 1,73 sentimeter dan berposisi sebagai pemain bertahan dengan nomor kostum 18 di CS Vise.












3. Ruben Wuarbanaran


Pemain kelahiran Wijhe, Belanda pada tahun 1990 ini adalah salah satu pemain hasil naturalisasi PSSI pada era kepemimpinan Nurdin Halid. Sempat membela Pelita Jaya di kompetisi LSI, Ruben akhirnya hijrah ke CS Vise bersamaan dengan kepindahan Syamsir Alam. Di CS Vise, Ruben bermain di posisi gelandang.


4. Yandi Sofyan Munawar


Penyerang CS Vise kelahiran Garut 25 Mei 1992 ini telah bermain di CS Vise sebanyak 14 kali dengan 11 di antaranya masuk sebagai pemain pengganti selama musim kompetisi 2011/2012 tanpa mencetak satu gol pun.







5. Syamsir Alam


Putra Minang kelahiran Agam 6 Juli 1992 ini memiliki postur 178 cm dan bermain sebagai penyerang. Selama membela CS Vise sejak awal tahun 2012 ini, Alam telah bermain sebanyak empat kali. Dari empat pertandingan tersebut, Alam belum sekalipun berhasil menciptakan gol. Ia juga pernah bermain di Atletico Penarol, Uruguay. Sebelumnya sempat mengikuti seleksi masuk tim junior klub Liga Belanda, Vitesse Arnhem dan Heerenveen tapi gagal lolos.



6. Ricky Yakobi


Masa keemasan pemain kelahiran Medan 12 Maret 1963 ini adalah saat membela Arseto Solo di era-80 an. Setelah ia tampil gemilang bersama timnas Indonesia di Asian Games 1986, ia mampu menarik hati klub asal Liga Jepang, Matsushita untuk menggunakan tenaganya di kompetisi musim 1988. Sayang Ricky tak mampu beradaptasi dengan cuaca dingin Negeri Sakura, sehingga hanya bermain dalam empat pertandingan saja dengan satu sumbangan gol.


7. Rocky Putiray

Pemain yang selalu tampil eksentrik kelahiran Maluku 26 Juni 1970 ini bisa dibilang pemain Indonesia paling sukses saat berkarier di kompetisi luar negeri. Putiray mengawali karirnya bersama Arseto Solo. Klub luar negeri pertama pemain asal Maluku ini adalah Instant Dict Hongkong pada 2001. Dari 15 pertandingan yang dilakoni di klub itu, dia mencetak 20 gol.

Pada musim 2002-2004 dia bermain untuk Kitchee FC. Putiray tampil menggila bersama klub ini. Yakni, torehan 41 gol dari 20 laga. Pada 2004-2005 Putiray direkrut South China AA dengan 15 gol dari 25 penampilan. Penampilan spektakuler Putiray adalah kala mencetak 2 gol ke gawang AC Milan, 31 Mei 2004, ketika membela tim bintang Liga Hongkong. Dua gol itu sekaligus membawa kemenangan timnya atas AC Milan 2-1.

8. Kurniawan Dwi Julianto


Tergabung dalam tim Primavera Indonesia saat berlatih di Italia, semakin mematangkan pemain jebolan Diklat Salatiga ini. Skill pemain yang akrab disapa kurus ini telah menarik perhatian klub di Liga Swiss, FC Luzern pada 1994-1995. Sayang penampilannya mengecewakan. Dia hanya bermain dalam 10 laga dan cuma mencetak satu gol.

Meski begitu, klub Sampdoria Italia tertarik merekrutnya untuk bermain di seri-B pada musim 1996-1997. Namun, pemain kelahiran 13 Juli 1976 juga gagal menampilkan kemampuan terbaiknya. Pada 2006, Serawak FC Malaysia mengontraknya. Namun lantaran tak kunjung menciptakan gol, kontrak diputus di tengah jalan.


9. Kurnia Sandy


Kurnia adalah satu-satunya penjaga gawang Indonesia yang sempat membubuhkan tandatangannya bersama klub luar negeri. Tepatnya usai berguru di Italia bersama tim Primavera. Penjaga gawang kelahiran Semarang, 24 Agustus 1975 ini menandatangani kontrak bersama Sampdoria di musim kompetisi 1996-1997 sebagai penjaga gawang ketiga. Hanya berkiprah setahun, Sandy kembali ke Indonesia untuk bergabung bersama klub-klub lokal seperti Pelita Jaya, Persikabo, PSM Makassar, Arema Malang, Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Mitra Kukar dan sempat bermain di Klub Liga Primer Indonesia, Bandung FC.


10. Bambang Pamungkas

Ikon klub Persija Jakarta ini adalah generasi emas striker Indonesia berikutnya. Bepe sapaannya, adalah pemain yang tergabung dalam proyek lanjutan Primavera yang dinamai Baretti. Seperti halnya Kurniawan Dwi Yulianto, Bepe menjadi pemain paling menonjol kala berguru di Italia hingga klub Divisi 3 Liga Belanda, EHC Norad mengontraknya. Sayang masalah adaptasi cuaca membuat Bepe diputus kontrak hanya beberapa bulan ke depan.

Pada tahun 2005 Bepe menandatangani kontrak dengan Selangor FC. Dia tampil cemerlang saat memperkuat Selangor FC bersama rekannya di timnas, Elie Aiboy. Dia langsung menjadi idola fans klub tersebut dengan mencatatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak Liga Malaysia (22 gol). Dari 42 penampilannya, Bepe menciptakan 39 gol.

11. Elie Aiboy


Sama dengan Bepe, Elie Aiboy pernah berseragam Selangor FC Malaysia. Dia tampil cemerlang di klub negeri jiran itu. Di musim pertamanya 2005-2006, Elie mengantar Selangor FC meraih treble winner dengan menjuarai Liga Perdana Malaysia, Piala Malaysia dan Piala FA Malaysia.





12. Jajang Mulyana

Pernah bermain untuk Boavista FC di Brasil pada tahun 2008-2009 dengan status pinjaman. Namun, dia hanya bermain 8 kali dan mencetak 1 gol.






13. Arthur Irawan



November 2011 resmi dikontrak klub Espanyol. Sekaligus mencatat sejarah sebagai pemain bola asal Indonesia pertama yang membela klub Liga Primera Spanyol.

Read more »

Kamis, 06 September 2012

Squad Real Madrid 2012/2013


No. Negara Posisi Nama
1 Spanyol GK Iker Casillas
2 Perancis CB Raphael Varane
3 Portugal CB Kepler Laveran
Lima Ferreira(Pepe)
4 Spanyol CB Sergio Ramos
5 Portugal LB Fabio Coentrao
6 Jerman DM Sami Khedira
7 Portugal LW Cristiano Ronaldo
8 Brazil AM Ricardo Izecson Dos Santos Leite (Kaka)
9 Perancis CF Karim Benzema
10 Jerman AM Mesut Ozil
12 Brazi LB Marcelo Vieira da Silva Júnior (Marcelo)
13 Spanyol GK Antonio Adan
14 Spanyol CM Xabi Alonso
15 Ghana DM Michael Essien
16 Portugal CB Ricardo Carvalho
17 Spanyol RB Alvaro Arbeloa
18 Spanyol CB Raul Albiol
19 Kroasia AM Luka Modric
20 Argentina CF Gonzalo Higuain
21 Spanyol RW Jose Callejon
22 Argentina RW Angel Di Maria
29 Spanyol CF Alvaro Morata
35 Spanyol GK Jesus Fernandez

Read more »

Kamis, 30 Agustus 2012

Profil Manchester United 2012-2013

Tim utama


   









 Per 17 Agustus 2012..[24]

No. Negara Posisi Nama
1 Spanyol GK David De Gea
2 Brazil RB Rafael Da Silva
3 PerancisLB Patrice Evra
4 Inggris CB Phil Jones
5 Inggris CB Rio Ferdinand
6 Irlandia CB Jonny Evans
7 Ekuador RMF Antonio Valencia
8 Brazil CMF Anderson Luis de Abreu Oliveira (Anderson)
9 Bulgaria CF Dimitar Berbatov
10 Inggris CF Wayne Rooney
11 Wales CMF Ryan Giggs
12 Inggris CB Chirs Smalling
13 Denmark GK Anders Lindegaard
14 Mexico CF Javier Hernandez (Chicharito)
15 Serbia CB Nemanja Vidic
16 Inggris CMF Michael Carrick
17 Portugal RMF Luis Carlos Almeida da Cunha (Nani)
18 Inggris LMF Ashley Young
19 Inggris CF Danny Wellbeck
20 Belanda CF Robin Van Persie
21 Chile CF Angelo Henriquez
22 Inggris CMF Paul Scholes
23 Inggris CMF Tom Cleverly
24 Skotlandia CMF Darren Fletcher
25 Inggris CMF Nick Powell
26 Jepang AMF Shinji Kagawa
27 Itali CF Federico Macheda
28 Belanda LB Alexander Buttner
33 Portugal CF Tiago Manuel Dias Correia (Bebe)

Pengurus klub

    Pemilik: Malcolm Glazer
    Presiden Direktur: Martin Edwards

Manchester United Limited

    Chairman: Joel Glazer & Avram Glazer
    Direktur: Bryan Glazer, Kevin Glazer, Edward Glazer & Darcie Glazer
    Pimpinan Eksekutif: David Gill
    Chief Operating Officer: Michael Bolingbroke
    Direktur Komersial: Richard Arnold

Klub sepak bola Manchester United

    Direktur: David Gill, Michael Edelson, Sir Bobby Charlton, Maurice Watkins
    Sekretaris Klub: Ken Ramsden
    Asisten Sekretaris Klub: Ken Merrett

Staf tim senior

    Sekretaris Perusahaan: Patrick Stewart
    Asisten Sekretaris Perusahaan: Ken Ramsden
    Direktur Komunikasi: Phil Townsend
    Direktur Komersial: Ben Hatton
    Direktur Pemasaran: vacant
    Direktur Servis Finansial: Steve Falk
    Direktur Finansial dan TI: Steve Deaville
    Direktur Fasilitas: Clive Snell

Staf kepelatihan dan medis

    Manajer: Sir Alex Ferguson
    Asisten Manajer: Mike Phelan
    Pelatih Tim Utama: René Meulensteen
    Pelatih Kiper: Eric Steele
    Pelatih Kebugaran: Tony Strudwick
    Pelatih Fisik: Mick Clegg
    Manajer Tim Cadangan: Warren Joyce
    Pelatih Tim Cadangan: Warren Joyce
    Pimpinan Pencari Bakat: Jim Lawlor
    Pimpinan Pencari Bakat Eropa: Martin Ferguson
    Direktur Akademi: Brian McClair
    Direktur Sepak Bola Muda: Jimmy Ryan

Staf Kepelatihan Akademi

    Asisten Direktur untuk usia 17–21 tahun: Paul McGuinness
    Asisten Direktur untuk usia 9–16 tahun: Tony Whelan
    Pelatih Kepala U-18: Paul McGuinness
    Pelatih Kepala U-16: Mark Dempsey
    Pelatih Kepala U-12: Tony Whelan
    Pelatih Kepala U-10: Eamon Mulvey
    Pelatih Pengembangan Teknik: René Meulensteen
    Pelatih Kiper: Richard Hartis
    Pelatih Akademi: Eddie Leach, Tommy Martin, Mike Glennie & Andy Welsh

Staf Medis

    Dokter Tim: Dr. Steve McNally
    Asisten Dokter Tim: Dr. Tony Gill
    Ahli fisioterapi Tim Utama: Rob Swire
    Ahli fisioterapi Tim Cadangan: Neil Hough
    Ahli fisioterapi Akademi Senior: Mandy Johnson
    Ahli fisioterapi Akademi: John Davin & Richard Merron
    Pemijat: Gary Armer & Rod Thornley
    Pengatur Makanan Tim: Trevor Lea


Pemasok Kostum dan Sponsor
Pemasok Kostum

    1980-1992: Adidas
    1992-2002: Umbro
    2002-kini: Nike

Sponsor

    1982-2000: Sharp
    2000-2006: Vodafone
    2006-2010: AIG
    2010-2014: AON
    2014-2021: Chevrolet

Prestasi
Domestik
Liga

    Liga Utama Inggris[ket 3]: 19
        1907–08, 1910–11, 1951-52, 1955-56, 1956–57, 1964–65, 1966-67, 1992-93, 1993-94, 1995-96, 1996-97, 1998-99, 1999-2000, 2000-01, 2002–03, 2006-07, 2007-08, 2008-2009, 2010-2011
    Liga Divisi Satu Inggris[ket 4]: 2
        1935–36, 1974–75

Piala

    FA Cup.pngPiala FA: 11
        1909, 1948, 1963, 1977, 1983, 1985, 1990, 1994, 1996, 1999, 2004
    Carling.pngPiala Carling: 4
        1991-92, 2005-06, 2008-09, 2009-10
    CommunityShield.pngFA Charity/Community Shield: 19 (4 kali juara bersama)
        1908, 1911, 1952, 1956, 1957, 1965*, 1967*, 1977*, 1983, 1990*, 1993, 1994, 1996, 1997, 2003, 2007, 2008, 2010, 2011. (* juara bersama)

Eropa

    Coppacampionivecchia.pngLiga Champions UEFA: 3
        1968, 1999, 2008
    Coppacoppe.pngPiala Winners UEFA: 1
        1991
    Piala Super UEFA: 1
        1991

Internasional

FIFA Club World Cup.svg

    Piala Interkontinental/Kejuaraan Dunia Antar Klub: 1
        1999
    Piala Dunia Antarklub FIFA: 1
        2008

Read more »

Rabu, 29 Agustus 2012

Lambang dan Warna klub Manchester United

Ketika nama tim masih Newton Heath, seragam tim berwarna hijau-kuning. Pada tahun 1902, sehubungan dengan pergantian nama menjadi Manchester United, klub mengganti warna seragam mereka menjadi

Read more »

Asal mula lambang club REAL MADRID C.F

Lambang klub pertama Real Madrid adalah desain sederhana dengan sebuah jalinan dekoratif dan tiga huruf kapital yang dituliskan sebagai "MCF" yang merupakan singkatan dari Madrid Club de Futbol yang dibalut warna biru gelap dalam kostum warna putih. Perubahan pertama lambang klub terjadi pada tahun 1908, ketika mereka mengadopsi bentuk yang lebih ramping dan penempatan huruf inisial klub di dalam lingkaran. Perubahan berikutnya dari logo kemudian

Read more »

Kamis, 17 Juni 2010

Asal Mula Persebaya

Persebaya didirikan oleh Paijo dan M. Pamoedji pada 18 Juni 1927. Pada awal berdirinya, Persebaya bernama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB). Pada saat itu di Surabaya juga ada klub bernama Sorabaiasche Voebal Bond (SVB), bonden (klub) ini berdiri pada tahun 1910 dan pemainnya adalah orang-orang belanda yang ada di Surabaya.
Pada tanggal 19 April 1930, SIVB bersama dengan VIJ Jakarta, BIVB Bandung (sekarang Persib Bandung), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. SIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh M. Pamoedji. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. SIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1938 meski kalah dari VIJ Jakarta.

Read more »